MACAM-MACAM IBADAH
Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain :
Islam, Iman, Ihsan,
Di antaranya juga do’a, Khauf (takut), Raja’ (pengharapan), Tawakkal, Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas), Khusyu’ (tunduk), Khasyyah (takut), Inabah (kembali kepada Allah), Isti’anah (memohon pertolongan), Isti’adzah (meminta perlindungan), Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), Dzabh (penyembelihan) Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“ Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah ”. [al-Jinn/72: 18]
Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka dia adalah musyrik lagi kafir.
Firman Allah Ta’ala :
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
" Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu”.
[al-Mu’minuun/23:117]
DALIL-DALIL MACAM-MACAM IBADAH
1. Dalil Do’a .
Firman Allah Ta’ala :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“ Dan Tuhanmu berfirman : Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina”.
[Ghaafir/40: 60]
Dan diriwayatkan dalam hadits :
الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
“ Do’a itu adalah sari ibadah ”
2. Dalil Khauf (Takut).
Firman Allah Ta’ala :
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“ Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman ”. [Ali ‘Imran /3: 175]
3. Dalil Raja’ (Pengharapan)
Firman AllahTa’ala.
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
" Untuk itu barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”.
[al-Kahfi/18: 110]
4. Dalil Tawakkal (Berserah Diri).
Firman Allah Ta’ala :
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
”Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”
[al-Maa’idah/5: 23]
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“ Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan mencukupinya ”.
[ath-Thalaaq/65: 3]
5. Dalil Raghbah (Penuh Minat), Rahbah (Cemas) dan Khusyu’ (Tunduk).
Firman Allah Ta’ala.
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“ Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami ”.
[al-Anbiyaa/21: 90]
6. Dalil Khasy-yah (Takut).
Firman Allah Ta’ala.
فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي
“ Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku”. [al-Baqarah/2: 150]
7. Dalil inabah (Kembali Kepada Allah) .
Firman Allah Ta’ala.
وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
" Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat tertolong (lagi) ”.
[az-Zumar /39: 54]
8 . Dalil Isti’anah (Memohon Pertolongan).
Firman Allah Ta’ala.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“ Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan”.
[al-Faatihah /1: 4]
Dan diriwayatkan dalam hadits.
اِذَاا سْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“ Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah” .
9. Dalil Isti’adzah (Meminta Perlindungan).
Firman Allah Ta’ala.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
" Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai subuh ”. [al-Falaq/113: 1]
Dan firman-Nya :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴿١﴾مَلِكِ النَّاسِ
“ Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Penguasa manusia”. [an-Naas/114: 1-2]
10. Dalil Istighatsah (Meminta Pertolongan Untuk Dimenangkan Atau Diselamatkan).
Firman Allah Ta’ala.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ
" (Ingatlah) tatkala kamu meminta pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu”.[al-Anfaal/8: 9]
11. Dalil Dzabh (Penyembelihan).
Firman Allah Ta’ala.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴿١٦٢﴾لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ”.
“ Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri (kepada-Nya) "
[al-An’am /6: 162-163]
Dalil dari Sunnah.
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِاللَّهِ
“ Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah ”.
12. Dalil Nadzar.
Firman Allah Ta’ala.
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
“ Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana”
[al-Insaan /76: 7]
Komentar
Posting Komentar