Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Ideologi materialistis

Ideologi materialistis Oleh syekh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan Ada dua sudut pandang terhadap kehidupan dunia.  Pertama, pandangan materialistis; dan kedua, pandangan yang benar.  Masing-masing sudut pandang tersebut memiliki pengaruhnya tersendiri. A. Makna Ideologi Materialistis Terhadap Dunia Yaitu pemikiran seseorang yang hanya terbatas pada bagaimana mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, sehingga apa yang diusahakannya hanya seputar masalah tersebut.  Pikirannya tidak melampaui hal tersebut, ia tidak mempedulikan akibat-akibatnya, tidak pula berbuat dan memperhatikan masalah tersebut.  Ia tidak mengetahui bahwa Allah Subhanahu waTa’ala menjadikan dunia ini sebagai ladang akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan dunia ini sebagai kampung beramal dan akhirat sebagai kampung balasan.  Maka barangsiapa mengisi dunianya dengan amal shalih, niscaya ia mendapatkan keberuntungan di dua kampung tersebut. Sebaliknya barangsia...

Muqaddimah

Muqaddimah Oleh syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, bagi para keluarganya dan yang mengikuti beliau dengan baik. Amma ba'du, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak, sebagai Rahmat untuk alam semesta, sebagai suri tauladan bagi orang-orang yang beramal dan sebagai hujjah terhadap semua umat manusia. Melalui beliau, dan Wahyu yang diturunkan kepada beliau berupa Al-Qur'an dan Sunnah Allah telah menerangkan setiap hal yang membawa kebaikan bagi umat manusia dan kelurusan sikap dan kondisi mereka dalam bidang agama dan urusan dunia berupa Aqidah yang benar, amalan yang lurus, akhlak yang mulia, dan etika yang tinggi nilainya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah meninggalkan umatnya ...

Keutamaan Tauhid dan dosa yang digugurkannya

BAB 2 فَضْلُ التَّوْحِيْدِ وَ مَا يُكَفِّرُ مِنَ الذُّنُوْبِ  KEUTAMAAN TAUHID DAN DOSA-DOSA YANG DIGUGURKANNYA Pada Bab pertama yang lalu telah dijelaskan tentang makna dan hakekat dari Tauhid, pada bab yang kedua ini Muallif Rahimahumullah menjelaskan kepada kita tentang salah satu keutamaan dari Tauhid, yakni Tauhid dapat menghapuskan dosa-dosa. Tauhid memiliki keutamaan yang sangat banyak, akan tetapi keutamaan yang paling besar dan paling dibutuhkan oleh seorang hamba adalah dihapuskannya dosa-dosa seorang hamba karena tidak ada satupun dari kita yang luput dari berbuat dosa. Pada bab kedua ini Muallif Rahimahumullah membawakan 5 dalil Dalil 1, Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَـٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan mereka dengan kedzhaliman (kemusyrikan), mereka itulah orang-orang yang mendapat keam...

Hakekat Tauhid dan Kedudukannya

Penjelasan ringkas kitab tauhid Berkata syekh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahumullah ;  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Muallif Rahimahumullah memulai kitabnya dengan basmalah mengikuti kitabullah yang dimulai dengannya dan Sunnah nabi shalallahu alaihi wasallam di dalam surat-surat beliau. KITAB TAUHID Kitab ini diberi judul Kitābut tauḥīd allażī Huwa Ḥaqqullāh ‘alal ‘Abīd, ‘Kitab tentang penjelasan tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba-Nya’ atau lebih dikenal luas di masyarakat kita dengan sebutan singkat Kitab Tauḥīd. Isi kitab ini berkaitan dengan tauhid al-Uluhiyah. Penjelasan tentang definisinya, syarat-syaratnya, keutamaannya, dalil-dalilnya, buahnya, konsekuensinya, dan penyempurnanya. Serta pembahasan tentang lawannya yaitu kesyirikan dengan berbagai macamnya. Pada bab pertama Muallif Rahimahumullah memberi judul Kitab Tauhid, kemudian beliau membawakan 7 dalil yang menunjukkan tentang pengesaan Allah dalam peribadatan. ...